This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Social Profiles

Pages

Thursday, 21 May 2015

Bandara Mengapung Akan Dibangun di Bali Utara

Bandara Mengapung Akan Dibangun di Bali Utara

DENPASAR - Bandara Internasional Buleleng (BIB) di utara Bali direncanakan akan dibangun mengapung di atas perairan pesisir Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.
Hal ini terungkap ketika investor asal Kanada mempresentasikan rencana pembangunan bandara di Kantor Bupati Buleleng, Rabu (20/5/2015).
Perwakilan investor, I Made Mangku menerangkan, pembangunan bandara akan dilakukan dengan mereklamasi perairan seluas 1.400 hektar.
Rencananya bandara ini akan terdiri dari dua landasan pacu. Sementara jarak antara bibir pantai dengan lokasi bandara sepanjang 125 meter yang akan dibangun jembatan untuk menghubungkannya.
“Rencana pembangunan bandara koordinatnya ada di Kubutambahan. Itu memang akan direklamasi. Tapi kami tidak mengurugnya, karena kami akan menggunakan vloting dengan menggunakan tiang pancang beton. Pekiraannya sekitar 19 sampai 20 juta meter kubik, yang akan kami gunakan. Bandara ini adalah bandara mengapung bentuknya nanti. Daratnya akan kami gunakan 100 hektare untuk line diluarnya, ini sudah kami rancang,” ujarnya.
Sementara itu, biaya yang dibutuhkan untuk membangun bandara itu mencapai Rp 30 triliun. Pihaknya mengaku telah menyiapkan 80 persen dari total biaya pembangunan bandara.

ISIS Rebut Kota Bersejarah Palmyra di Suriah

ISIS Rebut Kota Bersejarah Palmyra di Suriah
Suriah (ISIS)'>Negara Islam Irak danSuriah (ISIS) merebut Palmyra di pusat Suriah, Kamis (21/5/2015), hanya beberapa hari setelah mereka merebut ibukota Irak.
Palymira dikenal sebagai kota bersejarah di Suriah.
Di Palmyra terdapat sebuah situs warisan dunia dan bangunan era-Romawi termasuk kuil, dan teater.
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh pengikutnya di Twitter, ISIS menyatakan menguasai penuh Palmyra, termasuk pangkalan militernya, dimana menandai keberhasilan pertama mereka merebut kota dari tangan tentara loyalis Presiden Bashar al-Assad.
Menurut organisasi internasional, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ISIS saat ini menguasai lebih dari setengah dari wilayah Suriah yang dilanda perang saudara selama empat tahun.
Kekhawatiran muncul bahwa ISIS akan menghancurkan tempat-tempat bersejarah termasuk juga monumen dan barang antik di Palmyra seperti yang mereka lakukan di Irak.
"Ini merupakan tanda dari jatuhnya peradaban," kata Kepala barang antik Suriah, Maamoun Abdulkarim, seperti dikutip dari Reuters.
"Manusia, masyarakat beradab telah kehilangan pertempuran melawan barbarisme. Saya telah kehilangan semua harapan."
Rami Abdulrahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pertempuran sengit dalam perebutan kota Palmyra terjadi di hari Rabu, dimana menewaskan sekitar 100 orang. Reuters

Baitul Mal Aceh dan BAZNAS Buka Posko Peduli Rohingya

Baitul Mal Aceh dan BAZNAS Buka Posko Peduli Rohingya
 Baitul Mal Aceh berkerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuat pertemuan dengan lintas lembaga sosial di Jakarta, Kamis (21/5/2015). Dalam pertemuan tersebut sepakat membentuk posko penggalangan dana Peduli Rohingya yang terdampar di beberapa tempat di Aceh.
Kepala Baitul Mal Aceh Dr Armiadi Musa MA yang ikut dalam rapat penggalangan dana peduli rohinga menyebutkan ada 14 lembaga lebih yang bersedia menghimpun dana untuk Muslim Rohingya. Dalam rapat yang spontanitas tersebut sudah terkumpul sebanyak Rp 350 juta, yaitu dari BAZNAS 200 juta dan PPPA Darul Quran sebanyak Rp 150 juta.
Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, pasalnya ke-14 lembaga itu terus bergerak dan berkoordinasi dengan lembaga mitra lainnya, baik lembaga pemerintah maupun swasta yang ada di Jakarta.
"Setelah terkumpul nanti, BAZNAS akan mengirimkan melalui rekening Baitul Mal Aceh. Kemudian Baitul Mal Aceh sendiri yang akan menyalurkan sesuai kebutuhan Rohingya di tempat pengungsian," ujar Armiadi,
Armiadi menjelaskan, komunitas lintas lembaga tersebutkan akan terus menggalang dana untuk Rohingga di seluruh Indonesia. Untuk pihak lain yang ingin mendonasikan hartanya juga bisa langsung melalui nomor rekening Bank Aceh Syariah Atas Nama Penyaluran Infaq Baitul Mal Aceh, No Rekening. 610.01.04.000084-4.
Armiadi berharap kegiatan ini menjadi agenda bersama. Begitu juga dengan para dermawan diminta kerendahan hati agar dapat mendonasi hartanya untuk saudara seiman.
"Inilah saatnya umat muslim menunjukkan kepedulian terhadap saudaranya. Kita semua harus menggunakan peran dan jabatan masing-masing dalam menyelesaikan tragedi kemanusiaan, baik dalam bidang sosial, politik, dan hak asasi manusia," jelas Armiadi.
Adapun lembaga-lembaga yang ikut partisipasi dalam Posko Peduli Rohinga yaitu; Baitul Mal Aceh, BAZNAS, PPPA Darul Quran, Forsimas perkantoran, Indonesian Aid, ICMI, APSINDO, Himpunan Alumni IPB, Aksi Insan Nusantara, MES, Rumah Peduli Hj Nani, Dompet Dhuafa, Pariwara Advertising, dan ESQ.

Lagi, 422 Rohingya Masuk Aceh

Lagi, 422 Rohingya Masuk Aceh
* Ditempatkan di Bekas Pabrik Kertas
LANGSA - Sekitar 422 imigran Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang terombang-ambing dalam sembilan kapal tongkang di perairan Aceh Timur diselamatkan oleh nelayan Julok dalam dua gelombang, Rabu (20/5) kemarin. Mereka ditemukan di perairan Julok sekitar 25 mil dari garis pantai kecamatan itu pada Rabu dini hari.
Menurut Syafrizal, Ketua Pemuda Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, kepada Serambi, imigran pertama yang berhasil didaratkan kemarin berjumlah 102 orang, berasal dari tiga kapal tongkang. Mereka terdiri atas 26 perempuan, 46 laki-laki, dan 30 anak-anak.
Nelayan yang pertama menemukan para manusia perahu itu adalah Nurdin (61), warga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Saat itu, Nurdin sedang menarik pukat. Terlihat olehnya sebuah kapal tongkang yang sedang terombang-ambing ditumpangi banyak manusia.
Melihat kondisi kapal yang hampir tenggelam, nelayan itu mendekat dan memberikan bantuan dengan melempar makanan seadanya yang ia bawa melaut. Kemudian, para imigran Rohingya itu ia pindahkan ke boatnya, lalu dibawanya ke daratan.
Begitu didaratkan, para imigran muslim tersebut langsung ditempatkan sementara di meunasah Desa Simpang Lhee. Spontan, banyak warga yang datang memberikan makanan dam pakaian bekas.
Kemudian, nelayan Julok melihat lagi ada enam kapal tongkang berisi banyak manusia yang terombang-ambing di perairan setempat. Lalu mereka jemput dan selamatkan oleh nelayan, Airud, dan Tim SAR Aceh Timur. Kali ini, jumlah imigrannya lebih banyak, mencapai 273 orang. Namun, hingga kemarin sore belum sempat diperinci berapa orang pria, wanita, dan anak-anak di antara mereka.
Camat Julok Zainuddin menyebutkan, para imigran tersebut kemudian langsung difasilitasi Pemkab Aceh Timur pada Rabu siang untuk diberangkatkan ke Langsa. Di kota itu, Pemkab Aceh Timur memiliki Balai Latihan Kerja (BLK). Ke tempat inilah 422 imigran itu hendak ditempatkan.
Namun, rencana penempatan itu tidak berlangsung mulus. Dikabarkan, muncul penolakan dari Pemko Langsa saat 422 imigran itu hendak ditempatkan di wilayah mereka. Rombongan dihadang di Ada dua alasan yang diutarakan pihak pemko. Pertama, sulit bagi mereka menerima tambahan imigran baru, mengingat Pemko Langsa saja saat ini sedang menangani 603 imigran yang duluan tiba ke kota itu.
Alasan kedua, para imigran yang sudah berhari-hari di laut itu belum tentu steril secara medis. Lagi pula, kondisi mereka yang baru didaratkan itu hampir sama dengan yang sebelumnya, yakni sakit-sakitan akibat dehidrasi selama terombang-ambing di laut lepas. Jadi, dikhawatirkan di antara mereka ada yang sakit dan rentan menular kepada warga setempat.
Amatan Serambi, 422 imigran etnis Rohingya yang diangkut menggunakan tujuh mobil jenis minibus milik Pemkab dan Polres Aceh Timur itu, berangkat dari Aceh Timur pukul 13.00 WIB. Tujuan mereka ke Gedung BLK Aceh Timur di Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat.
Namun, karena setiba di perbatasan Langsa dan Aceh Timur (antara Desa Birem Bayeun dan Gampong Timbang Langsa), rombongan pengungsi yang didampingi Wabup Aceh Timur, Syahrul Samaun itu dihadang oleh Satpol PP Langsa yang dibekap oleh Polres Langsa.
Akibat perdebatan itu, sejak pukul 14.30 hingga pukul 19.00 WIB, para imigran yang berada di dalam tujuh minibus itu terlihat stres dan kelelahan. Dengan kondisi lelah mereka terus menunggu di dalam minibus yang terparkir di pinggi Jalinsum, Desa Birem Bayeun, Aceh Timur.
Sedangkan Wabup Aceh Timur, Syahrul Syamaun, didampingi sejumlah pejabat pemkab membicarakan hal itu dengan Sekdako Langsa, M Syahril yang didampingi Kasatpol PP setempat. Mereka duduk bersama membahas masalah penempatan imigran itu di sebuah warung kosong, di perbatasan Langsa-Aceh Timur.
Berjam-jam lamanya, tak ada titik temu antara kedua belah pihak. Menjelang pukul 18.30 WIB barulah diperoleh kesepakatan bahwa para imigran itu boleh ditempatkan di wilayah Kota Langsa, tapi tidak di BLK, mengingat lokasinya di tengah permukiman penduduk. Sebagai alternatifnya adalah ditempatkan di eks pabrik kertas di Desa Bayeun, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 7 km lebih dari perbatasan Langsa-Aceh Timur.
Alhasil, sekitar pukul 19.00 WIB, barulah para imigran Myanmar dan Bangladesh itu diberangkatkan ke lokasi eks pabrik kertas oleh Pemkab Aceh Timur. Puluhan anggota Satpol PP dan Polres Langsa ikut membantu mengantar mereka.
Kasi Lantaskim Imigrasi Kelas II Langsa, Fauzi SH, kepada Serambi kemarin malam mengatakan, bekas pabrik kertas yang berada di Desa Bayeun itu kini tak terpakai lagi, sehingga untuk sementara cocok dijadikan tempat penampungan para imigran. Di bekas pabrik kertas itu terdapat gedung yang bisa menampung 200 orang, lapangannya luas, tersedia pula air sumur bor dan listrik.

Wednesday, 20 May 2015

Ashin Wirathu, Biksu Radikal Dalang Penyiksaan Rohingya

Ashin Wirathu (Foto: The New York Times)

NAYPYIDAW - Ribuan orang Rohingya kabur dari tempat asal mereka di Myanmar. Kaum Rohingya yang mayoritas Muslim memilih mati di negeri orang ketimbang bertahan di negara mayoritas Buddha itu.
Rupanya, seorang biksu Buddha menjadi dalang di balik neraka bagi kaum Rohingya. Biksu bernama Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.
Kemunculan Ashin Wirathu
Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.
Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim "969" pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.
Ashin Wirathu Jadi Tokoh Masyarakat
Setelah peraturan Pemerintah Myanmar melonggar, Ashin Wirathu makin aktif bersuara di media sosial. Ashin menyebarkan pesan melalui rekaman ceramah yang diunggah di YouTube dan Facebook. Sampai saat ini, dia berhasil menjaring sekira 37 ribu pengikut.
Pada 2012, ketika pertumpahan darah antara Rohingya dan Buddhis terjadi di Provinsi Rakhine, Ashin semakin dikenal dengan pidato penuh amarahnya.
Ceramah dia selalu dimulai dengan kalimat yang berbunyi, "Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah sebagai seorang nasionalis". Saat ditanya, apakah dia adalah "Bin Laden Burma", pria itu tidak menampiknya.
Keinginan Ashin Wirathu
Ashin Wirathu menyebarkan ajaran kebencian dalam setiap ceramahnya. Dia selalu menyasar komunitas Muslim, seringkali dia memojokkan Rohingya. Pria inilah yang memimpin demonstrasi yang mendesak orang-orang Rohingya direlokasi ke negara ketiga.
Ashin juga mengkambinghitamkan kaum Muslim atas bentrokan yang terjadi. Dia terus mengulang alasan tak masuk akal soal tingkat reproduksi Muslim yang tinggi.
Biksu itu mengklaim perempuan Buddhis dipaksa pindah agama. Dia memimpin kampanye yang mendesak Pemerintah Myanmar mengeluarkan peraturan yang melarang perempuan Buddhis menikah dengan pria beragama lain tanpa izin pemerintah.
Lawan Ashin Wirathu
Ashin memimpin sekelompok massa yang berani melakukan kekerasan demi mempertahankan pandangannya. Pengaruh kuat Ashin menyebabkan setiap orang yang berbeda pandangan akan menjadi target pendukungnya.
Masyarakat sesungguhnya takut dengan kekejaman kelompok Ashin. Namun, Ashin tetap mendapat dukungan banyak orang mengenai status kewarganegaraan Rohingya.
Muslim Rohingya Terdampar di Laut Aceh

Tanggapan Biksu Lainnya
Banyak orang ingat peristiwa pada 2007 di Myanmar. Saat itu, para bisku buddha memimpin perlawanan terhadap kekuasaan mliter di Myanmar. Pesan Ashin saat itu tidak mendapat dukungan banyak orang.
Namun, banyak biksu di Myanmar yang memilih bungkam menghadapi Ashin. Sebagian lainnya, takut diserang Ashin. Sulit untuk memprediksi seberapa kuat pengaruh Ashin di kalangan biksu.
Ashin Wirathu memimpin lebih dari 2.500 biksu di biara Mandalay. Ketika ia menyelenggarakan konferensi mengenai perlindungan perempuan, para biksu memenuhi biaranya.
Beberapa biksu melontarkan kritikan atasnya. Seorang biksu bernama U Ottara mengaku kaget mendengar komentar-komentar yang disampaikan para biksu.
"Saya merasa sangat sedih. Saya bisa bilang, kata-kata yang mereka ucapkan bukanlah kata-kata yang digunakan seorang biksu," kata Ashin kepada BBC, Rabu (20/5/2015). Beberapa biksu khawatir bila kekejaman Ashin ditangkap dunia internasional sebagai representasi ajaran Buddha.
Alasan Pemerintah Myanmar Tidak Menghentikan Ashin Wirathu
Setelah hampir setengah abad dikuasai militer, kini Myanmar dipimpin oleh warga sipil. Namun, bentrokan antar agama memperlambat reformasi negara itu.
Sebagian orang percaya, Ashin diterima pemerintah kareana dia menyuarakan pendapat soal pandangan-pandangan populer, misalnya soal Rohingya. Ashin seolah menjadi corong pemerintah yang tidak bisa menyuarakan keinginannya sendiri karena alasan diplomatik.
Tanggapan Perempuan Myanmar
Kaum perempuan Myanmar adalah satu-satunya kelompok yang konsisten menentang pandangan Ashin Wirathu. "Dia memberi reputasi buruk untuk negara kita. Dia menodai jubah biksu yang dia gunakan," kata Sekretaris Jenderal Liga Perempuan Burma, Tin Tin Nyo.
Dia juga mengatakan, kampanye Ashin Wirathu yang mengusulkan peraturan yang membatasi perempuan menikahi pemeluk agama lain, bukanlah bentuk perlindungan perempuan melainkan bentuk kontrol atas perempuan.
"Perempuan dapat memutuskan sendiri siapa yang ingin dia nikahi. Perempuan dapat memilih sendiri agama yang ingin dianut," kata Tin Tin Nyo.

Inikah Kostum Real Madrid Musim Depan?

Inikah Kostum Real Madrid Musim Depan?
 Jelang kompetisi musim ini berakhir, Real Madrid dikabarkan telah menyiapkan desain kostum terbaru untuk musim depan. Tidak ada perubahan mendasar dalam kostum terbaru mereka.

Dari bocoran yang dilansir laman media olahraga Spanyol, AS, Rabu 20 Mei 2015, kostum utama tetap didominasi warna putih. Dihiasai strip berwarna abu-abu di lengan dan kerah kostum serta nama sponsor, Fly Emirates. 

Sementara itu, untuk kostum kedua, Madrid di musim depan memilih warna abu-abu dengan strip kuning. Sedangkan di kostum ketiga, Los Blancos menjadikan warna biru tua sebagai pilihan, dengan strip biru muda menyala.

Dengan demikian, ketiga kostum ini punya kesamaan desain dan hanya dibedakan dengan penggunaan warna saja yang berbeda. Ketiga desain kostum ini juga sama sama memajang badge juara Piala Dunia Klub dan sponsor utama Fly Emirates.

Seperti diketahui, meski Madrid gagal meraih satu dari tiga gelar bergengsi di akhir musim ini (La Liga, Cope del Rey dan Liga Champions), pada Desember lalu, mereka menjadi juara Piala Dunia Klub 2014.

Next season's Real Madrid kits leaked online

Belum diketahui apakah desain yang dibocorkan AS ini akan menjadi desain terbaru Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di musim depan. Pasalnya, belum ada pemberitahuan resmi dari manajemen El Real hingga saat ini.

Ranking Klub UEFA: Real Madrid Tetap Nomor Satu

Ranking Klub UEFA: Real Madrid Tetap Nomor Satu
Los Merengues masih menghuni posisi pertama ranking klub UEFA meski telah tereliminasi di semi-final Liga Champions musim ini.



Kegagalan mempertahankan trofi juara Liga Champions ternyata tidak menjatuhkan Real Madrid dari urutan teratas ranking klub UEFA.
Dalam daftar terbaru, Los Merengues tetap menjadi yang nomor satu, mengungguli Barcelona. Namun demikian, patut dicamkan bahwa Blaugrana masih bisa meraih tambahan nilai musim ini mengingat mereka masih akan berlaga di final Liga Champions menghadapi Juventus.
Adapun Bianconeri sendiri saat ini berada di posisi 14 tabel ini.
Sementara, Atletico Madrid naik dua anak tangga ke peringkat kelima dan menegaskan dominasi wakil La Liga Spanyol di lima besar. Skuat Diego Simeone berada di bawah Bayern Munich dan Chelsea.
Ranking klub UEFA ditentukan berdasarkan perolehan poin di kompetisi Eropa dalam lima musim terakhir. Berikut sepuluh besar tabel tersebut.
1. Real Madrid 171,885 poin
2. Barcelona 162,885
3. Bayern 154,883
4. Chelsea 142,078
5. Atletico Madrid 120,885
6. Benfica 118,276
7. Schalke 04 111,883
8. Porto 111,276
9. Arsenal 110,078
10. Manchester United 103,078

Indonesia Kembali Gelar MotoGP Pada 2017?

Indonesia Kembali Gelar MotoGP Pada 2017?
 Kementrian Pariwisata Indonesia kini tengah mencari banyak cara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara berkunjung ke Tanah Air. Salah satunya adalah dengan menggelar balapan motor paling bergengsi di dunia, MotoGP.
Kementrian Pariwisata kini tengah mensosialisasikan gelaran MotoGPdi Indonesia. Sosialisasi ini bahkan melibatkan CEO Dorna Sport, Mr. Carmelo Ezpeleta dan Dirut Sentul International Circuit, H Tinton Soeprapto yang dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Rencananya Indonesia akan menggelar balapan MotoGP pada musim 2017 mendatang. Jika rencana ini berhasil, ini adalah kali pertama dalam 20 tahun terakhir Indonesia kembali menggelar ajang balapan motor paling bergengsi itu. Terakhir kali MotoGP digelar di Indonesia pada 1996 dan 1997. Saat itu ajang tersebut masih bernama GP500.
Sirkuit Sentul yang ditunjuk sebagai venue gelaran akbar tersebut akan mengalami renovasi besar-besaran. Terakhir kali Sirkuit Sentuldirenovasi secara besar-besaran pada 2006.
Perombakan itu dilakukan dikarenakan sirkuit kebanggaan masyarakat Indonesia itu ditunjuk untuk menggelar salah satu seri balapan A1 GP untuk musim 2005/06 dan 2006/07.

Awas, Selain Beras Ada juga Telur Berbahan Plastik

Awas, Selain Beras Ada juga Telur Berbahan Plastik
Beras yang berbahan plastik diduga telah beredar di beberapa negara Asia. Beras palsu itu tetap keras meski sudah dimasak.
Disebutkan, beras plastik itu terbuat dari kentang dicampur plastik sintetis kemudian diaduk sehingga bentuknya menyerupai beras asli. Dilaporkan The Straits Times, beras itu kini beredar di negara yang berpenduduk banyak seperti Indonesia, Vietnam, dan India. Bahkan dilaporkan juga sudah masuk ke Singapura, meski kemudian dibantah oleh pemerintahnya.
Pakar kesehatan sudah memeringatkan bahaya dari beras plastik tersebut yang dapat mengakibatkan pencernaan hingga merusak jaringan.
Dikabarkan, beras plastik tersebut sudah dijual di pasar Tiongkok.
Pemerintah Malaysia pun bereaksi terkait beras plastik tersebut. Dikatakan, beras plastik bisa masuk melalui jalur penyelundupan karena sulit membedakan beras asli dengan beras plastik.
Pemalsuan makanan adalah masalah yang serius harus ditanggulangi. Disebutkan sebanyak 300 ribu orang jatuh sakit dan 6 balita meninggal dunia setelah mengonsumsi beras tersebut pada 2008 di Tiongkok. Selain itu, di Tiongkok juga ditemukan adanya telur yang berbahan baku plastik.

Terus Menerus Mengonsumsi Beras Plastik Bisa Picu Sel Kanker Dalam Tubuh

Terus Menerus Mengonsumsi Beras Plastik Bisa Picu Sel Kanker Dalam Tubuh

Seorang penjual bubur di Mutiara Gading, Bekasi Timur, Dewi Septiani (29), menemukan butiran-butiran beras yang diduga terbuat dari plastik.
Dewi meyakini adanya perbedaan, setelah dua kali mengolah beras yang dibelinya itu. Kejadian ini meresahkan banyak orang. Pasalnya, beras tersebut tak dapat dibedakan secara kasat mata, karena bentuknya sangat mirip.
Menurut dr. Jenni M. Gizi, SpGK, plastik adalah bahan kimia yang tak layak untuk dimakan. Efeknya akan menimbulkan gangguan pencernaan. Lambung yang bertugas mengolah makanan, harus bekerja lebih keras mengolah benda asing yang belum tentu bisa dihancurkan dalam tubuh. Gangguan pencernaan yang terjadi pun, ada jangka pendek maupun jangka panjang.
Gangguan jangka pendek yang bisa terjadi di antaranya diare, mual, kembung, dan muntah. Sedangkan, efek jangka panjangnya adalah kanker.
“Benda asing, dalam hal ini adalah plastik yang masuk ke tubuh, kan sifatnya kimiawi dan sintetik. Umumnya, bahan kimia mengandung karsinogen, inilah yang nantinya bisa memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh. Kenapa sekarang ini, penyakit kanker semakin banyak? Salah satunya, ya karena adanya bahan-bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh. Misalnya, konsumsi gorengan yang digoreng dengan campuran minyak dan plastik, ” ujar dr. Jenni seperti dikutip Tribunnews.com daro KOMPAS.com (20/5).
Bahayanya, plastik atau bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh, belum tentu bisa dikeluarkan oleh tubuh. “Tubuh memang memiliki kemampuan untuk melakukan detoks, tapi sampai seberapa jauh? Kemampuan tubuh untuk melakukan detoks, tidak sama pada setiap orang. Jika hanya konsumsi sedikit sekali, mungkin masih bisa dikeluarkan oleh tubuh. Namun, bagaimana jika tidak menyadarinya? Konsumsi yang dilakukan terus-menerus, tentu akan menyebabkan penumpukan dalam tubuh. Ini sangat berbahaya,” papar dr. Jenni.
Hingga saat ini, masih dilakukan pemeriksaan terhadap beras yang diduga terbuat dari plastik, di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hasil uji laboratorium akan membuktikan, apakah beras itu berbahan baku sintetis atau beras asli.

Arab Saudi Kembali Bombardir Gudang Senjata Houthi

Aliansi Arab Saudi berupaya menggempur milisi Houthi di Pelabuhan Adrn, Yaman Selatan.
KAIRO -- Pesawat tempur Arab Saudi kembali membombardir gudang senjata dan kamp militer Houthi di Sanaa, Yaman, Selasa (19/5).

Kelompok Houthi melemparkan roket di perbatasan Saudi Selasa malam. Sementara pesawat tempur Arab Saudi mengebom kamp Houthi di Saada. 

Houthi juga diduga bekerjasama dengan Iran. Sebuah kapal Iran akan sampai di pelabuhan Hudayda Rabu (20/5) malam ini.

Jet Saudi telah menyerang bandara Sana'a agar pesawat kargo Iran. Iran mengaku membawa bantuan dari bulan sabit merah tetapi tanpa pemeriksaan PBB.

Imigran Diserang Penyakit, 1 Meninggal

Imigran Diserang Penyakit, 1 Meninggal
Petugas membawa jenazah Resyek (35) imigran asal Bangladesh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Mutia, Buket Rata Lhokseumawe, Selasa (19/5). Imigran gelap Bangladesh yang terdampar di Aceh bersama ratusan imigran Rohingiya Myanmar lainnya itu meninggal dunia akibat menderita sesak nafas (Dyspnea) dan Pneumonia infeksi paru paru, sementara sembilan jiwa warga Bangladesh lainnya yang sakit masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Imigran Myanmar dan Bangladesh yang ditempatkan di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, sejak beberapa hari terakhir diserang diare dan penyakit gesitris (gejala lambung atau maag) serta dehidrasi. Penyakit juga mendera imigran Bangladesh yang ditampung di bekas Kantor Imigrasi Blang Mangat Lhokseumawe, bahkan seorang di antaranya bernama M Rasyed (35) meninggal dunia.
Dari Langsa dilaporkan, hingga Selasa (19/5) pukul 12.30 WIB, jumlah imigran yang menderita penyakit diare (mencret) serta lambung atau maag, tercatat sudah 127 orang.
Informasi yang diterima Serambi dari petugas medis posko penampungan pengungsi Myanmar dan Bangladesh di Pelabuhan Kuala Langsa, Rusmala Rita menyebutkan, dari 127 pasien yang sakit khusus, 70 persen di antaranya menderita diare dan dehidrasi. Sedangkan 30 persen lainnya gejala lambung atau maag. Ini kemungkinan disebabkan saat mereka di laut, makan tidak teratur bahkan sama sekalii tidak makan pada waktunya.
Sedangkan di Aceh Utara, satu imigran asal Bangladesh atas nama M Rasyed (35) meninggal dunia di RSU Cut Meutia, Selasa (19/5) dini hari pukul 02.25 WIB akibat infeksi saluran pernafasan. Sedangkan 12 imigran lainnya baik dari Bangladesh maupun Myanmar masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Kabid Pelayanan RSUCM, dr Abdul Mukhti menjelaskan, M Rasyed masuk rumah sakit, Minggu (17/5) pukul 20.45 WIB. Dua hari dalam perawatan, meninggal dunia.
Sementara itu 12 imigran yang masih dirawat di RSU Cut Meutia, 10 di antaranya berasal dari Myanmar sedangkan dua lainnya warga Bangladesh. “Sakit yang dialami 12 imigran tersebut ada mencret, kekurangan gizi, dan juga penyempitan otot kaki,” kata Abdul Mukhti.
Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Albert menyatakan, jenazah warga Bangladesh akan dibawa pulang ke negaranya. Berdasarkan hasil pendataan pihak Imigrasi terhadap 247 warga Bangladesh yang ditampung di bekas kantor Imigrasi kawasan Blang Mangat, tiga di antaranya memiliki paspor. Di paspor mereka sudah ada tanda kalau mereka telah masuk ke Malaysia. “Sedangkan warga Bangladesh lainnya memang tidak ada identitas apapun,” kata Albert.
Kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap seluruh warga Bangladesh, mereka semua berniat hendak bekerja ke Malaysia dan masuk secara ilegal. Namun dalam perjalanan lewat laut, mereka ditipu tekong, di mana saat sampai di perairan Aceh Utara dikatakan sudah ke Malaysia dan tekong langsung pergi.
Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, menyerahkan bantuan untuk imigran Bangladesh yang ditampung di bekas kantor Imigarsi kawasan Blang Mangat Lhokseumawe, Senin (18/5) sore. Wali Kota didampingi Sekda Lhokseumawe Dasni Yuzar, Wakil Ketua Komisi C DPRK Lhokseumawe M Hasbi SSos, dan Ketua PMI Lhokseumawe Muhammad AH.
Informasi lain menyebutkan, hasil pemutakhiran data oleh Imigrasi Langsa, jumlah imigran Myanmar dan Bangladesh yang ditampung di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa sebanyak 682 orang.
Kepala Imigrasi Kelas II Langsa, Maman Budiman SH, Selasa (19/5) mengatakan, hasil pemutakhiran data tercatat jumlah valid imigran Myanmar 257 orang terdiri 118 lelaki, 76 perempuan, dan 63 anak-anak. Sedangkan warga Bangladesh 425 orang.
Sedangkan di penampungan Aceh Tamiang, jumlah total imigran Myanmar dan Bangladesh sebanyak 47 orang, dengan rincian warga Myanmar 38 orang (12 perempuan dan 26 laki-laki) sedangkan warga Bangladesh 9 orang.
Sejak imigran Myanmar dan Bangladesh ditempakan di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, masyarakat yang tidak berkepentingan dilarang masuk khususnya ke dalam area pelabuhan. Kebijakan ini diberlakukan pihak terkait untuk menghidari penularan penyakit yang dibawa imigran.
Tim Media Center Posko Pengungsian Imigran Myanmar dan Bangladesh, Syafrizal, kepada Serambi, Selasa (19/5) membenarkan larangan masyarakat masuk ke area Pelabuhan Kuala Langsa. “Larangan masuk yang diberlakukan ini jangan ditanggapi negatif namun dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadi penularan penyakit,” kata Syafrizal.
Pegiat kemanusian di posko pengungsian imigran Myanmar dan Bangladesh di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, Selasa (19/5) melakukan pangkas dan cukur massal kepada imigran secara gratis. Relawan yang terlibat dalam aksi sosial tersebut di antaranya NGO Lokal Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia, LSM Rumah Zakat (RZ) Cabang Langsa dan Medan, FP2GB Langsa, dan Karang Taruna Langsa.
Tim ACT Indonesia, Fery C Vanova kepada Serambi mengatakan, kegiatan pangkas dan cukur massal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pengungsi, terutama tentang kebersihan dan kesehatan mereka.
Koordinator Rumah Zakat (RZ) Cabang Langsa, Faisal, menjelaskan, pihaknya melakukan inisiatif pangkas gratis agar mereka terlihat bersih dan sehat. Selain itu RZ juga menyediakan tempat wuduk bagi pengungsi dan ikut menyalurkan sembako kepada pengungsi Myanmar dan Bangladesh.